Facebook Twitter Google RSS

Kamis, 30 Agustus 2012

Perebutkan Lahan, Kelompok Jhon Kei dan Hercules Bentrok

PR     03.21  No comments

Polisi telah mengamankan 102 orang dari kelompok John Kei dan delapan orang dari kubu Hercules.

Pihak Polda Metro Jaya memastikan pelaku bentrokan di lahan sengketa PT Sabar Ganda Jalan Cengkareng Kramat, Jakarta Barat, Rabu (28/8), yang tertembak bernama Semi Binggo dan Lajuma Maswatu berasal dari kelompok Hercules.

"Pelaku tidak mengindahkan tembakan peringatan petugas," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan kronologis penembakan terjadi saat petugas kepolisian menggeledah kelompok John Kei yang diduga berbagai senjata tajam usai bentrok dengan kubu Hercules di depan Kantor Kecamatan Cengkareng.

Kemudian, melintas kendaraan berwarna hitam dengan kecepatan tinggi yang datang dari arah perempatan Daan Mogot, Jakarta Barat.

Petugas berusaha menghentikan kendaraan, namun pengemudi tetap menancap gas, bahkan petugas kepolisian lalulintas yang menghadang nyaris menjadi korban tabrak lari.

"Anggota melepaskan tembakan peringatan, tapi tidak dihiraukan," ujar Rikwanto.

Akhirnya, petugas mengarahkan tembakan ke roda dan badan kendaraan sehingga mengenai dua penumpang bernama Semi Binggo dan Lajuma Maswatu.

Semi Binggo meninggal dunia setelah tertembak pada bagian kepala belakang tembus pelipis sebelah kiri, sedangkan Lajuma Maswatu mengalami kritis karena luka tembak pada bagian dada belakang tembus dada depan sebelah kanan.

Saat ini, polisi telah mengamankan 102 orang dari kelompok John Kei dan delapan orang dari kubu Hercules, serta memburu Rais Kei yang diduga sebagai penggerak massa kelompok John Kei.






Sumber:
Beritasatu.Com

, ,

PR


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Ut odio. Nam sed est. Nam a risus et est iaculis adipiscing. Vestibulum ante ipsum faucibus luctus et ultrices.
View all posts by Naveed →

0 komentar :

Latest Stories

Blogroll New

-

Labels

Text Widget

Recent news

About Us

Proudly Powered by Blogger.