Facebook Twitter Google RSS

Senin, 03 September 2012

Awas !! Merokok Bisa Merusak Kulit, Gigi, Tulang dan Rambut

PR     06.12  No comments

Empat ribu  unsur kimia yang terkandung dalam sebatang rokok bukan hanya menghancurkan kesehatan, tetapi juga membuat penampilan tampak lebih tua dari usia sebenarnya.
Merokok selain merusak kulit, juga merusak gigi, tulang,  rambut, dan kuku jari kuning.
Penelitian terhadap efek rokok pada kulit telah banyak dilakukan. Beberapa di antaranya membandingkan penampilan dua orang kembar, yang satu perokok berat selama bertahun-tahun dan saudaranya tidak. Hasilnya sangat jelas, perokok terlihat 10 tahun lebih tua akibat keriput-keriput yang didapatnya dari kebiasaan merokok.
Dr. Jonette Keri, ahli kulit dari Universitas Miami, AS, mengatakan,  asap rokok akan membuat kulit kekurangan oksigen dan nutrisi. Itu sebabnya kulit perokok biasanya terlihat lebih pucat atau warna kulitnya tidak merata. “Pada perokok, pigmen kulit yang tidak merata itu lebih cepat munculnya,” katanya.
Asap rokok mengandung lebih dari 4.000 bahan kimia termasuk racun. Dari tiap isapan, zat-zat itu akan merusak kolagen dan elastin yang memberi kulit kekenyalan dan elastisitasnya. Akibatnya, kulit perokok terlihat kendur dan keriputnya lebih dalam. Asap rokok bukan hanya merusak penampilan kulit wajah, melainkan juga kulit lain di bagian tubuh.
“Ketika elastisitas kulit berkurang, ia menjadi tidak kencang lagi, termasuk di bagian lengan dalam dan payudara. Malah rokok adalah penyebab utama payudara lebih cepat kendur,” katanya.
Bagian kulit wajah yang paling nyata terkena dampak rokok adalah area di sekitar mulut.
“Saat merokok, kita menggunakan otot tertentu di sekitar bibir sehingga menyebabkan keriput dinamis. Selain itu, karena elastisitas kulit berkurang, akan lebih terlihat garis yang dalam di sekitar bibir,” paparnya.
Dampak lainnya adalah munculnya vlek-vlek hitam di sekitar wajah. Pada umumnya vlek hitam ini muncul akibat paparan sinar matahari yang terlalu sering. Tetapi, pada perokok yang jarang berjemur pun vlek ini akan muncul.
Selain kulit, mengisap rokok juga menyebabkan warna gigi berubah menjadi kekuningan, napas berbau, dan masalah lain yang berkaitan dengan kebersihan. Para perokok juga berisiko dua kali lebih besar untuk mengalami gigi tanggal dibanding dengan bukan perokok.
Efek lanjutan dari asap rokok adalah penipisan rambut yang lebih cepat. Penelitian di Taiwan menunjukkan, pria perokok di Asia memiliki risiko lebih besar mengalami kebotakan khas pria, yakni botak di bagian tengah kepala atau di bagian dahi.
Ahli penyakit jantung dari RS Jantung Harapan Kita Dr. Aulia Sari     menambahkan, di kalangan perokok ditemukan penurunan kadar air dalam stratum korneum, penurunan fungsi barier dan percepatan fungsi hidroksilasi estradiol, sehingga terjadi penurunan estrogen yang menyebabkan kulit menjadi kering dan keriput.
Pada perokok juga ditemukan serabut elatin menebal dan terputus-putus sampai ke retikular dermis yang membuat kulit menjadi kendur dan keriput, sementara merokok juga menyebabkan penyakit jantung koroner (PJK), terutama bagi mereka yang merokok lebih 20 batang/hari. PJK menurun cepat bila berhenti merokok. 






Sumber:
PoskotaNews

, ,

PR


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Ut odio. Nam sed est. Nam a risus et est iaculis adipiscing. Vestibulum ante ipsum faucibus luctus et ultrices.
View all posts by Naveed →

0 komentar :

Latest Stories

Blogroll New

-

Labels

Text Widget

Recent news

About Us

Proudly Powered by Blogger.