Berita.Menarik.Biz - Banyak cara bagi seseorang untuk membantu sesama, salah satunya adalah dengan memberikan bantuan secara keuangan. Hal ini dilakukan oleh sejumlah pemimpin di dunia.
Sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas nasib warganya, sejumlah pemimpin negara tersebut rela bekerja tanpa digaji. Mereka bahkan rela menyumbangkan seluruh gajinya untuk kepentingan rakyatnya. Di Indonesia, Wali Kota Solo Joko Widodo tidak pernah mengambil gajinya.
Berikut lima pemimpin negara di dunia yang rela menyumbangkan gajinya untuk kegiatan amal.
1. Lee Myung Bak
Presiden Korea Selatan ini berjanji menyumbangkan seluruh gajinya selama menjabat lima tahun untuk orang tidak mampu dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini bukan kali ini saja terjadi, Lee yang menjabat sebagai presiden sejak 25 Februari 2008, sudah sejak lama akrab dengan kegiatan amal.
Mantan CEO di sebuah perusahaan konstruksi dengan kekayaan berlimpah ini juga menyumbangkan gajinya saat menjabat sebagai wali kota Seoul pada 2002 sampai 2004. Saat itu, gajinya disumbangkan untuk anak-anak pembersih jalan dan petugas pemadam kebakaran.
Tak ada info pasti berapa total yang disumbangkan Lee. Namun, saat kampanye, Lee pernah berjanji untuk menyumbangkan kekayaan pribadinya yang bernilai lebih dari USD 30 juta kepada orang miskin.
2. John Fitzgerald Kennedy
John F Kennedy merupakan salah satu presiden Amerika Serikat (AS) yang paling terkenal. Saat menjabat sebagai orang nomor satu di AS, Kennedy menolak menggunakan gajinya untuk keperluan pribadinya.
Saat itu gaji presiden AS sebesar USD 100 ribu dengan tambahan USD 50 ribu. Kennedy lebih memilih menyumbangkan gajinya untuk amal. Kecintaannya kepada orang miskin terlihat dalam setiap kebijakan yang dikeluarkannya. Salah satunya dia berusaha meningkatkan upah dan memperbaiki kondisi kerja.
Kennedy adalah presiden AS ke-35. Kennedy tewas dibunuh dengan cara ditembak pada 1963 di Texas saat konvoi. Kasus pembunuhan itu sangat kontroversial, terutama mengenai adanya penembak kedua yang tidak pernah diidentifikasi. Lee Harvey Oswald dihukum sebagai orang yang ditembak atas tewasnya Kennedy.
3. Jose Mujica
Presiden Uruguay ini mendapat julukan sebagai presiden termiskin. Julukan itu diberikan padanya bukan tanpa sebab, selama menjabat Jose hanya mengambil 10 persen dari total gajinya.
Gaji presiden Uruguay adalah USD 12.500 sebulan. Namun, Jose hanya mengambil USD 1.250. Sementara sisanya disumbangkannya kepada rakyatnya yang masih miskin.
Di bawah kepemimpinannya Uruguay menjadi salah satu negara dengan tingkat korupsi terendah di Amerika Selatan. Mujica tak memiliki rekening bank dan tak punya utang.
4. Herbert Hoover
Presiden Amerika Serikat ke 31 ini telah aktif di dunia amal jauh sebelum dirinya menjabat sebagai orang nomor satu di AS. Saat Perang Dunia I terjadi Hoover bersama dengan Committe Relief Belgium (CRB) yang didirikannya mengeluarkan lebih dari USD 1 miliar untuk memberi makan 11 juta warga Belgia yang kelaparan.
Dia menolak sejumlah penghargaan atas kegiatan amal yang dilakukannya. Saat dia menjabat sebagai presiden AS (1929-1933), Hoover menolak menerima gaji. Dia lebih memilih menyumbangkan gajinya untuk kegiatan amal.
Sikap itu mengakibatkan Hoover tercatat sebagai salah satu presiden AS yang dermawan.
5. Nelson Aldrich Rockefeller
Pria kelahiran Bar Harbor, 8 Juli 1908 ini menjabat sebagai wakil presiden AS pada 1974 hingga 1977. Nelson merupakan cucu John Davison Rockefeller, Sr, pendiri perusahaan minyak Standard Oil.
Sebelum memulai karier politik, Nelson menjadi pimpinan di perusahaan minyak milik keluarganya itu. Dia juga dikenal aktif di sejumlah yayasan amal.
Nelson kemudia terpilih sebagai gubernur New York pada 1958, mengalahkan kawannya sesama milioner, W. Averell Harriman. Dia menjabat gubernur mulai tahun 1959-1973. Banyak hal yang dilakukannya saat menjabat gubernur, yakni memperbaiki fasilitas umum, pensiun pegawai negeri, dan sistem transportasi.
Dia juga pernah berusaha maju dalam pencalonan presiden AS pada tahun 1960, 1964 dan 1968. Namun, dia belum berhasil. Akhirnya pada tahun 1974, dia dipilih sebagai wakil presiden AS ke 41 untuk mendampingi Gerald Ford yang sudah dilantik menjadi presiden menggantikan Richard Nixon.
[tts]
Sumber:
Merdeka.Com









0 komentar :