Ajang balap Formula 1 dirundung duka setelah kehilangan salah satu sosok paling penting dalam faktor keselamatan dalam kompetisi adu cepat jet darat tersebut. Mantan delegasi medis F1, Profesor Sid Watkins meninggal dunia di negara asalnya, Inggris, Kamis 13 September 2012 waktu setempat.
Pria yang dikenal dengan sebutan Profesor Sid ini mengembuskan nafas terakhir hanya beberapa hari setelah merayakan ulang tahun ke-84. Selama ini, dia memang diketahui berjuang untuk melawan kanker yang dialaminya sejak beberapa tahun lalu.
Profesor Sid dikenal memiliki keahlian dalam melakukan bedah syaraf. Atas prestasinya dalam bidang medis, dia dipercaya untuk menjabat sebagai delegasi medis F1 selama 26 tahun, era 1978-2004.
Selama itu, dia telah menyelamatkan banyak nyawa pembalap F1. Beberapa korban kecelakaan yang pernah ditanganinya adalah Didier Pironi (1982), Martin Donnelly (1990), Karl Wendlinger (1994) dan Mika Hakkinen (1995), dan salah satu rekan dekatnya, Ayrton Senna, yang mengalami kecelakaan hebat di Imola pada 1994.
Pria yang sempat menjabat Presiden Institut FIA ini telah dianugerahi penghargaan Mario Andretti Award for Medical Excellence (1996) dan penghargaan dari kerajaan Inggris Raya (Order of the British Empire) pada 2002.
Ungkapan duka cita pun bermunculan dari kerabat Profesor Sid di F1. Salah satunya datang dari Bos McLaren, Ron Dennis, yang menyatakan bahwa dirinya merasakan kesedihan yang mendalam setelah mendengar kabar ini.
"Dunia balap kehilangan salah satu sosok hebat. Dia bukan pembalap, insinyur, atau desainer. Dia adalah seorang dokter, sangat adil jika mengatakan bahwa dia melebihi siapapun atas jasanya kepada F1 hingga bisa seperti sekarang," ujanya seperti dilansir ESPN.
"Banyak pembalap dan mantan pembalap berutang nyawa kepadanya. Berkat keahliannya, tingkat keselamatan untuk pembalap semakin meningkat sehingga sangat terjamin," sambungnya.
Pria yang dikenal dengan sebutan Profesor Sid ini mengembuskan nafas terakhir hanya beberapa hari setelah merayakan ulang tahun ke-84. Selama ini, dia memang diketahui berjuang untuk melawan kanker yang dialaminya sejak beberapa tahun lalu.
Profesor Sid dikenal memiliki keahlian dalam melakukan bedah syaraf. Atas prestasinya dalam bidang medis, dia dipercaya untuk menjabat sebagai delegasi medis F1 selama 26 tahun, era 1978-2004.
Selama itu, dia telah menyelamatkan banyak nyawa pembalap F1. Beberapa korban kecelakaan yang pernah ditanganinya adalah Didier Pironi (1982), Martin Donnelly (1990), Karl Wendlinger (1994) dan Mika Hakkinen (1995), dan salah satu rekan dekatnya, Ayrton Senna, yang mengalami kecelakaan hebat di Imola pada 1994.
Pria yang sempat menjabat Presiden Institut FIA ini telah dianugerahi penghargaan Mario Andretti Award for Medical Excellence (1996) dan penghargaan dari kerajaan Inggris Raya (Order of the British Empire) pada 2002.
Ungkapan duka cita pun bermunculan dari kerabat Profesor Sid di F1. Salah satunya datang dari Bos McLaren, Ron Dennis, yang menyatakan bahwa dirinya merasakan kesedihan yang mendalam setelah mendengar kabar ini.
"Dunia balap kehilangan salah satu sosok hebat. Dia bukan pembalap, insinyur, atau desainer. Dia adalah seorang dokter, sangat adil jika mengatakan bahwa dia melebihi siapapun atas jasanya kepada F1 hingga bisa seperti sekarang," ujanya seperti dilansir ESPN.
"Banyak pembalap dan mantan pembalap berutang nyawa kepadanya. Berkat keahliannya, tingkat keselamatan untuk pembalap semakin meningkat sehingga sangat terjamin," sambungnya.
Sumber:
VIVASport





0 komentar :