Ribuan orang yang menolak penundaan pilkades beringas. Massa terus melempari Kantor Bupati Lumajang dengan batu dari pecahan paving.
Menurut keterangan, Kamis(6/9) siang, massa melempari kantor DPKD dan Bagian Pembangunan Lumajang. Sejumlah kaca pecah dan berserakan dalam kantor.
Aparat kepolisian memilih bertahan dan mengamankan kantor bupati. Sejumlah aparat kepolisian kesulitan mencegah aksi anarkis. “Kami sudah muak dengan sikap Bupati Lumajang,” teriak pendemo. Massa merusak segala bentuk bangunan di alun-alun Kota Lumajang.
Selain menggelar orasi pendemo sempat merobohkan papan baliho yang terbuat dari besi di atas papan kantor bupati. Massa merusak setelah hendak merangsek ke halaman kantor pemkab.
“Kami ingin mendesak bupati mencabut surat penundaan pilkades,” teriak pendemo.
Aparat kepolisian langsung siaga dan siap menghalau massa. Petugas dari Brimob langsung siaga dengan dipimpin kapolres Lumajang, AKBP Susanto. Karena keinginannya untuk menemui Bupati Lumajang tidak kesampaian, aksi para pendemo berubah ricuh.
Selain merusak pagar kantor pemkab, massa juga melakukan pelemparan batu ke arah petugas kepolisian dan satpol PP. Bahkan akibat aksi itu, Kapolres Lumajang, AKBP Susanto, menjadi korban.
Kapolres pingsan akibat menjadi korban pelemparan oleh peserta aksi yang mendadak bringas. Sedangkan petugas yang mengetahui hal ini, sempat panik dan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.
Menurut keterangan, Kamis(6/9) siang, massa melempari kantor DPKD dan Bagian Pembangunan Lumajang. Sejumlah kaca pecah dan berserakan dalam kantor.
Aparat kepolisian memilih bertahan dan mengamankan kantor bupati. Sejumlah aparat kepolisian kesulitan mencegah aksi anarkis. “Kami sudah muak dengan sikap Bupati Lumajang,” teriak pendemo. Massa merusak segala bentuk bangunan di alun-alun Kota Lumajang.
Selain menggelar orasi pendemo sempat merobohkan papan baliho yang terbuat dari besi di atas papan kantor bupati. Massa merusak setelah hendak merangsek ke halaman kantor pemkab.
“Kami ingin mendesak bupati mencabut surat penundaan pilkades,” teriak pendemo.
Aparat kepolisian langsung siaga dan siap menghalau massa. Petugas dari Brimob langsung siaga dengan dipimpin kapolres Lumajang, AKBP Susanto. Karena keinginannya untuk menemui Bupati Lumajang tidak kesampaian, aksi para pendemo berubah ricuh.
Selain merusak pagar kantor pemkab, massa juga melakukan pelemparan batu ke arah petugas kepolisian dan satpol PP. Bahkan akibat aksi itu, Kapolres Lumajang, AKBP Susanto, menjadi korban.
Kapolres pingsan akibat menjadi korban pelemparan oleh peserta aksi yang mendadak bringas. Sedangkan petugas yang mengetahui hal ini, sempat panik dan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.
Sumber:
PoskotaNews





0 komentar :