Berita.Menarik.Biz - AUSTRALIA, Erotis atau yang menjurus ke porno tidak hanya milik orang modern. Semenjak manusia menggunakan internet dan dengan mudah menemukan gambar orang telanjang atau bahkan berhubungan intim, maka sejak saat itu hal tabu menjadi begitu mudah masuk ke ruang privat maupun kepada mereka yang seharusnya belum saatnya untuk melihat hal tersebut. Tetapi seribu tahun yang lalu, hal-hal erotis sejatinya sudah ada, dapat ditemukan di peninggalan-peningalan seni purbakala. Di Indonesia ada artefak lingga dan yoni, maupun pahatan candi dan yang paling terkenal adalah serat centini, kitab yang secara terang menceritakan hal erotis.
Seperti juga yang ditemukan di Australia pada lukisan goa yang diperkirakan berusia 28 ribu tahun yang lalu. Arkeolog Baryce Barker dari University of Southern Queensland menemukan lukisan goa secara eksplisit menunjukkan sebuah gambar yang menunjukkan seorang pasangan yang sedang berhubungan seks.
Goa tersebut terletak di sebuah padang pasir Arnhem Land, Australia Utara. Arkeolog meyakini, inilah bentuk pornografi yang muncul di zaman prasejarah. Untuk mencapai lokasi, arkeolog beserta timnya mesti melakukan perjalanan selama 90 menit dengan helikopter dari sebuah kota pedalaman bernama Katherine. Dan, temuan ada di langit-langit sebuah kumpulan batu besar bernama Narwala Gabarnmang
Gambar memang terlihat sederhana. Pasalnya, hanya terdiri dari goresan yang berwarna merah dan putih. Namun, maksud dari gambar bisa dikenali sebagai bentuk orang bersenggama. Selain itu, penampakan tidak hanya terdiri dari satu gambar saja. Orang kuno membuatnya menjadi serangkaian gambar yang bercerita tentang seks.
“Ini adalah satu di antara beberapa seni (erotis) tertua di dunia. Dan, kita yakin bahwa akan menemukan seni bahkan lebih tua dan beserta alasannya,” kata Barker, seperti dikutip Daily Mail. “Kita tahu bahwa orang Aborigin mulai menggunakannya 45 ribu tahun lalu,” tambahnya. (san)
Sumber:
SurabayaSore.Com






0 komentar :